December 1, 2014

Sidang, Alhamdulillah.


Tanggal 27 November kemaren, akhirnya aku sidang. Aku ga ngerasa wah dengan gelar yang aku punya sekarang, ga tau kenapa. Yang pasti, aku udah ngerasa lega semenjak di-acc skripsi aku sama dosen pembimbing. Rasanya beban hilang. Karena kata semua orang, kalo angkatan tua kayak aku insyaAllah dilulusin. Jadi ya buat apa deg-degan ngadepin sidang?

Yang aku lihat, hampir semua orang tegang menjelang hari sidang. Bahkan temen aku, Galih, ngaku kalo dia muntah-muntah tiap mikirin sidang. Lebay. Aku boro-boro tegang, kepikiran sidang juga ga. Bahkan sampe H-1, aku sibuk buka instagram cari online shop karena aku lagi punya uang buat beli sepatu, hahahahaha. Serius aku ga bohong, banyak kok saksinya.

Nah, hari H tiba. Aku si tukang telat, alhamdulillah ga kesiangan dan nyampe kampus pas masih sepi. Baru deh belajar buat sidang. Ngafalin cuma sanggup yang bahasa Jepangnya, teori dalam bahasa Indonesia udah ga ada waktu buat ngafalin. Baru lah mulai deg-deg an. Baca doa seperti yang dikasih tau ayah. Terus menerus, dari pada ngafalin udah ga sanggup, udah ga fokus. Dari tegang sampe lupa lagi gara2 nunggu giliran kelamaan. Akhirnya tiba giliran aku.

Masuk ke ruangan. Duduk di kursi khusus.
Penguji 2: Nama kamu Kisi. Itu dari bahasa Jepang?
Aku: Bukan Bu, hehe.
Penguji 2: Tapi di bahasa Jepang ada nama Kisi kan ya? (Noleh ke penguji 1). Kalo dalam bahasa Indonesia nama Kisi dari apa atuh ya? (Noleh ke dospem)
Dospem: Kisi-Kisi kehidupan?
Penguji 2: Kisi-kisi?
Aku: Bukan Bu, saya juga ga tau arti nama saya (ngeles bae, haha)
Penguji 2: Masa orang tua kamu ga kasih tau arti nama kamu..
Aku: Nama saya itu dari kumpulan kata-kata. K-nya kalo ga salah dari kukuh... Ya pokoknya orang tua saya yang tahu.
Penguji 2: Oooh dari kumpulan kata-kata. Ya udah, sok atuh mulai.

Wakakakakak, baru duduk aja ditanyain yang aneh-aneh. Kemudian aku presentasi singkat. Penguji pertama Pak Jonjon, walikelas sendiri. Entah beliau tau atau ga kalo beliau walikelas aku. Seperti yang udah aku duga, Pak Jonjon nanya pengertian tentang pendekatan yang aku pake. Dengan mantap aku jawab. Selanjutnya ditanya kenapa memilih buku tersebut sebagai bahan. Jawab lagi dengan mantap. Eh jawabnya kebablasan, malah jadi ngejelasin isi bukunya. Akhirnya Pak Jonjon kasih pertanyaan simpel-simpel seputar bahan tersebut. Ganti lah ke penguji ke-2, Bu Puspa, kepala jurusan. Karena aku udah ngejabarin terlalu banyak, akhirnya Bu Puspa nanya yang simpel-simpel seputar bahannya juga, ga banyak. Sampai akhirnya beliau mungkin kehabisan pertanyaan jadi menyanyakan hal pribadi, lagi.
Penguji 2: Kalau Kisi nanti udah menikah dan punya anak, apa Kisi akan seperti cerita ini, menitipkan anaknya selagi kerja atau mengasuh sendiri?
Aku: (Ketawa sebentar. Aku bisa ngerasain wajah aku sumringah banget. Abisnya kocak) Saya pribadi kalau sudah punya anak akan mengasuh sendiri. Kalaupun ingin punya penghasilan tambahan, akan dilakukan di rumah.. (Kemudian keinget online shop)
Diakhiri dengan pertanyaan aneh, kemudian aku keluar ruangan, menunggu untuk diuji oleh native. Berhubung nativenya Pak Yuyu, Dekan Sastra, sibuk. Diujinya setelah istirahat sholat.

Istirahat selesei, akhirnya mulai pada dipanggil Pak Yuyu. Anak-anak yang sehabis diuji pak Yuyu langsung aku serbu "tadi Pak Yuyu nanya apa aja". Semua ngejawab, plek dari sinopsis, ga ada yang diluar itu. Aku panik. Mulai hafalin lagi. Sempet lupa gara-gara istirahat tadi. Kadang diselipin doa. Tangan dingin, perut mules. Aku yakin banget giliran aku cepet. Makin lama aku capek nunggu dipanggil, sampe udah ga tegang lagi. Tiap anak yang keluar dari ruangan tersebut aku tanya lagi, mereka yang urutannya udah akhir bilang kalau lebih banyak ditanyain hal pribadi dari pada sinopsis. Akhirnya aku jadi lega. Dan ternyata aku urutan terakhir. Benar aja, aku ditanyain hal pribadi.

Yang bikin aku bingung, awalnya Pak Yuyu nanya campur bahasa Indonesia, aku jadi bingung harus jawab pake bahasa apa. Berikut list pertanyaannya:
  1. Orang mana
  2. Angkatan
  3. Kelas
  4. Kenapa baru sidang sekarang
  5. Ngapain aja selama ini
  6. Sering pake bahasa jepang ga
  7. Dari tahun berapa sampe berapa di Jepang
  8. Kenapa tinggal di Jepang saat itu
  9. Orang tua kerja dimana
  10. Kerjaannya apa
  11. Sekarang kerja dimana
  12. Kerjaannya apa
  13. Judul skripsinya
  14. Judul dalam bahasa Indonesia
  15. Bahannya ini bukan novel bukan cerpen terus apa
  16. Apa ada buku terjemahan indonesianya
  17. Bagaimana cara dapet buku ini
  18. Kumaha ih kamu lupa-lupa gini bahasa jepangnya, nouryokushiken level berapa
  19. Abis lulus mau ngapain
  20. Jadi masalah kamu itu selalu "ga ada niat buat ngelakuin", hahaha.
Aku jawab ngasal bae, ga pake bahasa yang baku kayaknya mah. Hahaha.

Ya udah lah udah lewat. Setidaknya aku nulis gini bisa bantu mahasiswa Sastra Jepang unpad yang dapet penguji yang sama kayak aku buat gambaran sidang nanti. Intinya tingkatkan ibadah, banyak doa, ga usah tegang, yakin aja sama bahannya. Ga perlu ngafalin di hari H, ngafalinnya di hari sebelumnya aja.
Hasil sidang aku? Tanya lewat line aja lah ya, ga perlu ditulis di sini.

November 18, 2014

Disney Princess

Akhirnyaaaaa bisa napas lega setelah berhari-hari bermesraan dengan skripsweet. Ga kok, aku belom lulus. Doakan saja lah. Hehe.

Udah lama banget aku pengen ngepost tentang Disney Princess, tapi baru ada waktu sekarang untuk nge-blog lagi. Kenapa Disney Princess? Karena dari kecil aku suka banget sama yang princess-princessan. Bahkan aku ngerasa obsesi akan princess makin menjadi setelah kuliah. Selama ini Disney Princess yang pernah aku nonton hanya Beauty and the Beast, Pocahontas, Tangled, Brave, dan Frozen. Disney Princess yang jadul cuma tahu ceritanya dari mulut ke mulut, ga pernah nonton filmnya. Sebenernya yang bikin aku makin suka banget sama Disney Princess semenjak nonton Tangled. Itu film favorit aku sepanjang masa. Ya paling ga, sejauh ini. Di tambah Frozen sekarang lagi booming banget kan. Akhirnya aku donlot semua (kecuali sequel / presequel-nya) Disney Princess.

Setelah aku tonton semua filmnya, aku menyimpulkan bahwa Disney Princess mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Terlahir sebagai princess atau menjadi princess karena menikah dengan pangeran.
  2. Salah satu atau kedua orang tua tokoh utama (atau tokoh tambahan) udah ga ada.
  3. Jago nyanyi.
  4. Berteman dengan binatang.

Ga percaya? Sok geura tonton semuanya. Atau lihat aja review singkat dari aku berikut ini:

1. Snow White and the Seven Dwarfs (1937)
Nama: Snow White (14 tahun)
Status: Princess
Ibu: Tidak ada
Bapak: Tidak ada
Cowonya,
Nama: Prince Florian
Status: Pangeran
Ibu: -
Bapak: -
Ini animasi pertamanya Disney. Animasinya masih kasar, wajar sih. Snow White ini suaranya waktu nyanyi kayak nenek-nenek. Mungkin itu trend pada jamannya. Dan gerak-geriknya lebay kayak sinetron, kayak Syahrini gitu lah. Di filmnya, dia di kisah kan sebagai wanita tercantik dan mengalahi kecantikan ratu jahat, tapi menurut aku tetep cantikan ratunya dari pada Snow White. Adegan kurcacinya terlalu banyak, padahal bagian itu kalau dikurangin ga akan ngubah isi cerita. Nah, gara-gara kebanyakan bagian Kurcacinya, film ini jadi membosankan. Kematian musuhnya bukan karena dibunuh siapa-siapa, kalah begitu aja. Cemen ga sih? Begitu dici*um sama pangeran kemudian terbangun dari kematiannya, tanpa bilang apa-apa langsung setuju aja dibawa pergi sama pangeran. Agak aneh aja. Mana baru 14 tahun. Aku umur segitu mana kepikiran untuk nikah. Film ini merupakan satu-satunya yang memiliki tokoh Pangeran (tokoh cowonya) muncul cuma sepintas doang, bener-bener sepintas, ga tergambarkan karakternya.
Snow White (Snow White and the Seven Dwarfs)

2. Cinderella (1950)
Nama: Cinderella (19 tahun)
Status: Anak bangsawan
Ibu: Tidak ada
Bapak: Meninggal di tengah cerita
Cowonya,
Nama: Prince Charming (19 tahun)
Status: Pangeran
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Nonton film ini berasa nonton Tom and Jerry, banyak banget disorot bagian binatangnya. Jadi membosankan, sama aja kayak Snow White yang kebanyakan adegan Kurcacinya. Cinderella-nya bule banget kayak Christina Aguirela, kulit putih, rambut pirang, mata biru terang. Kayaknya ini film paling ringan di antara yang lain, konfliknya cuma: dia ingin memakai sepatu kacanya ketika orang dari kerajaan datang ke rumahnya tapi dia di kurung sama ibu tirinya di kamar. Terus dia akhirnya bisa keluar dari kamar kemudian nunjukin pasangan sepatu kacanya ke orang dari kerajaan. Masalah terpecahkan. Cinderella nikah dengan pangeran dan ga ada yang berubah dari kehidupan ibu tirinya dan ke dua soadara tirinya. Di film ini tokoh pangeran (tokoh cowonya) muncul sedikit lebih banyak dari Snow White.
Cinderella (Cinderella)

3. Sleeping Beauty (1959)
Nama: Aurora (16 tahun)
Status: Princess
Ibu: Ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: Prince Philip
Status: Pangeran
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Princess favorit aku. Tercantik di antara para Princess, anggun pula. Tapi gayanya dan postur tubuhnya terlalu dewasa untuk perempuan seusia itu. Scene favorit pas bagian nyanyi "Once upon a dream" di dalam hutan. Film ini masih lebih masuk akal dari Snow White dan Cinderella, dimana pangeran berperan banyak dan dia lah yang mengalahkan musuh. Film ini menurut aku lebih seru dari 2 film tersebut. Disamping menceritakan bagian Aurora, film ini juga menyelipkan bagian 3 peri yang merawatnya, dan adegan itu jumlah dan durasinya ga sebanyak Kurcaci-kurcacinya Snow White atau Binatang-binatangnya Cinderella, lucu pula. Jadi nonton ini ga ngebosenin. Disney mengeluarkan versi live action-nya, Maleficent. Tapi ini benar-benar film yang beda cerita, jadi menurut aku kamu harus nonton dua-duanya. Aku sih lebih suka Maleficent dari pada film ini, hehe.
Aurora (Sleeping Beauty)




4. The Little Mermaid (1989)
Nama: Ariel (16 tahun)
Status: Princess
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: Prince Eric (18 tahun)
Status: Pangeran
Ibu: -
Bapak: -
Di antara Disney Princess, aku paling ga suka sama rambutnya Ariel. Bukan karena warnanya, tapi karena bentuknya yang absurd. Atau mungkin bentuk rambut ini disesuaikan berdasarkan trend rambut pada jaman film ini dibuat. Ariel merupakan satu-satunya princess yang tidak terlahir sebagai manusia. Film ini ga akan bisa ditayang di TV Indonesia kalau ga disensor, haha. Ada bagian dimana Ariel berubah jadi manusia dan setengah badannya berubah jadi kaki tanpa celana (atau apapun untuk nutupinnya). Film ini kurang seru menurut aku. Tapi aku suka sama lagu-lagunya, girang-girang gitu. Kisah cinta di film ini sama aja kayak film-film Disney Princess sebelumnya, cinta pada pandangan pertama, tapi yang pasti ga seajaib Snow White, Cinderella, dan Sleeping Beauty yang begitu bertemu langsung  nyanyi bareng kayak yang tau itu true love. Jadi film ini mengisahkan usahanya Ariel yang naksir Prince Eric agar cintanya terbalas. Jadi ya karakter Ariel disini centil, ganjen, gimanaaa gitu.
Ariel dan Prince Eric (The Little Mermaid)

5. Beauty and the Beast (1991)
Nama: Belle
Status: Rakyat biasa
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: Prince Adam (21)
Status: Pangeran
Ibu: -
Bapak: -
Selama ini, waktu belum pernah nonton Sleeping beauty, aku menempatkan Belle di peringkat pertama Princess tercantik. Dan akhir-akhir ini aku baru ngeh Belle mirip banget sama Raline Shah, ya ga sih? Aku suka makna dari film ini, Don't judge a book by its cover. Tapi menurut aku filmnya akan terasa lebih nampol kalau dibuat si Pangerannya itu dikutuk jadi manusia cacat nan jelek ketimbang binatang berbulu kayak gitu. Soalnya aku pribadi suka binatang berbulu, enak buat di elus elus. Berbeda dengan film-film Disney Princess sebelumnya yang tokoh utamanya disenangi banyak orang, karakter Belle ini malah tidak disukai masyarakat sekitarnya karena Belle kutu buku, dianggap aneh oleh orang-orang sekitarnya. Akhirnya pada film Disney Princess yang ke-5 ini, tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama. Baik Belle maupun Beast saling mengenal satu sama lain dan baru lah muncul benih-benih cinta. Tapi ya emang itu lah tujuannya Beast, untuk membuat seseorang mengatakan "I love you" agar kutukannya lenyap. Eh tapi pas kutukannya lenyap, menurut aku, Beast jadi kelihatan aneh banget. Badannya terlalu gede kayak Agung Hercules gitu, mana rambutnya panjang juga, tapi mukanya kurang macho. Aku malah lebih suka fisiknya yang sebelum dikutuk.
Belle (Beauty and the Beast)

6. Aladdin (1992)
Nama: Jasmine (16 tahun)
Status: Princess
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: Aladdin (18 tahun)
Status: Rakyat biasa
Ibu: -
Bapak: -
Paling ga suka sama Jasmine di antara Disney Princess lainnya. Dia rela ci*um bibir ke Jafar (musuhnya) demi mengalihkan perhatiannya saat Aladdin datang menolong. Cabe banget ga sih, Euwwh. Film ini juga ada bagian-bagian yang perlu disensor, ada scene penari latar yang pake baju nerawang jadi yang keliatan cuma cang*cut sama be*ha doang. Walau aku ga suka Jasmine, aku suka banget sama Aladdin. Karakter cowo kayak gini yang aku suka, selengean. Fisiknya juga aku suka, ganteng lah dibanding tokoh-tokoh cowo pada film-film Disney Princess sebelumnya. Berbeda dengan film-film yang lain, Jasmine di film ini bukan lah sebagai tokoh utama. Kisah cintanya? Ya seperti pada kebanyakan film Disney Princess, love at first sight. Yang naksir sih Aladdin, bukan Jasmine. Aladdin berusaha untuk menarik perhatian Jasmine tapi dengan cara yang salah, menggunakan kekuatan Genie. Tidak menjadi dirinya yang apa adanya. Film ini menurut aku modern banget. Ya modern pada jamannya lah. Jadi karakter si Genie ini kocak suka meniru-niru hal-hal kekinian yang seharusnya di film itu belum ada (karena film itu disetting pada jaman dulu). Ngerti ga? Nonton aja deh biar ngerti...
Jasmine (Aladdin)

Nama: Pocahontas
Status: Anak kepala suku
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: John Smith
Status: Rakyat biasa
Ibu: -
Bapak: -
Ini dia satu-satunya film Disney Princess yang Cinta tidak harus memiliki. Saling mencintai, tapi pada akhirnya bhay. Jaman dulu, jadi ga mungkin LDR. Ini contoh anak yang berbakti kepada ayahnya, beda dengan Ariel yang memilih menjadi manusia demi pria yang dicintainya dan meninggalkan ayahnya. Mulanya mereka tidak saling suka, malah, Pocahontas menganggap John Smith ini bahaya karena dia pendatang, bukan penduduk asli. Tapi akhirnya John Smith mampu membuat Pocahontas jatuh cinta padanya. Kalau lihat Pocahontas tuh selalu keinget sama Anggun C. Sasmi. Warna kulitnya yang coklat, rambutnya yang hitam lurus panjang dan digerai, Anggun banget ga sih? Di filmnya, juga di wikipedia ga disebutin usianya Pocahontas, tapi menurut aku dia paling kelihatan dewasa di antara para Princess. Oh iya, film ini merupakan film pertama Disney yang dibuat berdasarkan karakter sejarah yang nyata. Cool ya.
Pocahontas (Pocahontas)

8. Mulan (1998)
Nama: Mulan
Status: Rakyat biasa
Ibu: Tidak ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: Li-Shang
Status: Kapten tentara
Ibu: -
Bapak: Ada
Entah perasaan aku doang atau emang warna kulit Mulan terlalu gelap dan agak ke-pink-an, sedangkan setahu dan sepenglihatan aku orang China itu warna kulitnya Putih kekuningan. Mulan merupakan satu-satunya Disney Princess yang berperan sebagai pahlawan. Uniknya lagi, dia tidak terlahir sebagai princess, juga tidak menikahi seorang pangeran tetapi Mulan dinyatakan masuk ke dalam Disney Princess. Kalau dilihat dari segi comedy-nya, film ini kocak banget, apalagi bagian Mushu-nya. Tapi kalau dilihat dari segi kisah cintanya, ah ga seru. Emang dari awal Mulan dan Li-Shang ga kelihatan saling suka. Malah waktu pertama kali tahu Mulan itu perempuan dia kesal dan malah meninggalkannya. Padahal semua film yang pernah aku tonton, yang tentang perempuan nyamar jadi laki-laki, begitu rahasianya terbongkar jadi jatuh cinta, berbeda dengan kasusnya Mulan. Li-Shang ini menaruh perhatian pada Mulan diending aja. Jadi emang film ini bukan tipikal kisah cinta-cintaan.
Mulan (Mulan)

9. The Princess and the Frog (2009)
Nama: Tiana (19 tahun)
Status: Rakyat biasa
Ibu: Ada
Bapak: Meninggal di tengah cerita
Cowonya,
Nama: Prince Naveen
Status: Pangeran
Ibu: -
Bapak: -
Kebalikan dari The Little Mermaid, di film ini Tiana yang manusia malah berubah jadi kodok setelah mencium Pangeran yang berwujud kodok. Jadi kalau nonton film ini rasanya kayak nonton film kisah cinta kodok. Bukan cinta pada pandangan pertama jadi lumayan seru ceritanya. Prince Naveen yang mulanya berniat menikahi sahabatnya Tiana yang kaya raya untuk memperbaiki keuangan kerajaannya, tetapi berubah pikiran begitu menyadari dirinya mencintai Tiana. Tiana yang tahu akan rencana Prince Naveen menikahi sahabatnya itu akhirnya harus menahan sakit dan berusaha mengontrol dirinya agar tidak terlalu terbawa perasaan kepada Prince Naveen. Aku suka dengan karakter Tiana yang gigih, tekun, dan pekerja keras. Beda banget sama karakter Prince Naveen yang sukanya happy-happy aja, santai, tidak mau ambil ribet, makanya dia berencana menikahi perempuan kaya raya ketimbang berusaha untuk mencari uang. Bagus sih filmnya. Cuma aku pribadi kurang suka film yang tokoh utamanya berbentuk binatang jadi mungkin itu yang bikin rada ngantuk.
Tiana (The Princess and the Frog)

10. Tangled (2010)
Nama: Rapunzel (18 tahun)
Status: Princess
Ibu: Ada
Bapak: Ada
Cowonya,
Nama: Flynn Rider / Eugene Fitzherbert
Status: Rakyat biasa
Ibu: Tidak ada
Bapak: Tidak ada
Terfavorit! Suka banget. Berkali-kali nonton ini tapi tetep deg-degan setiap ngelihat scene nyanyi "I See the Light". Kenapa favorit? Karena aku suka kisah cintanya yang ga love at first sight tapi bikin gemesh. Pertamanya aja si Flynn Rider ngerasa Rapunzel itu ngeselin, eh lama-lama suka yang malu-malu kucing gitu. Terus bagian terakhirnya pas Flynn sekarat, dia bilang "You were my new dream". Aw aw awww. Ih inget filmnya doang bikin deg-degan, hahaha. Mana Flynn-nya ganteng banget. Tokoh kartun cowo terganteng yang pernah aku lihat selama ini. Ada brewok pula, komplit sudah, hahahahahaha. Ini perasaan aku doang atau emang dia mirip cowo yang di film Prince Persia? Selain fisiknya, karakternya juga aku suka, selengean, sok ganteng (tapi emang ganteng), kocak banget. Katanya sih di balik pembuatan wajah Flynn ada ceritanya. Dipanggil beberapa cewe yang bekerja di studio kumpul buat pilihin aktor Hollywood yang paling ganteng kemudian disatuin pendapat mereka, jadi lah Flynn. Ga heran sih hasilnya ganteng, dengan karakter yang pas. Eh kebablasan ngomongin Flynn kan, hehe. Aku juga suka sama karakternya Rapunzel. Polos dan ceria, disenangi semua orang. Paling suka waktu Rapunzel perang batin, aku sangat mengerti perasaan itu karena dulu sering mengalaminya, hahaha. Postur tubuh sesuai dengan umurnya. Kelihatan banget kayak remaja, beda sama Aurora yang terlalu dewasa. Pas potong rambut jadi kelihatan agak jelek, tapi mukanya tetep mirip sama ibu kandungnya. Harusnya Flynn potongin rambutnya agak dibawah bahu jadinya ga jigrak ga jelas gitu. Sebenernya Mother Gothel ga jahat-jahat amat. Walaupun dia culik Rapunzel, toh dia memperlakukan Rapunzel seolah anaknya sendiri, bukan dijadikan budak seperti di Cinderella. Ya kan?
Flynn Rider!!! Ganteng nya puool.
Rambutnya + jambangnya + jenggot tipisnya, sempurna.

Flynn: "Sakitnya tuh di sini"
Rapunzel: .... (mikirin berapa banyak shampo yang harus dibeli bulan ini)




11. Brave (2012)
Nama: Merida (16 tahun)
Status: Princess
Ibu: Ada
Bapak: Ada
Merida, setipe dengan Mulan, pemberani, kuat, dan tomboy. Bedanya Mulan menjadi kuat karena terpaksa jadi tentara dan berlatih dengan giat, sedangkan Merida emang begitulah karakternya. Merida ini bukan tipe cewe yang menarik secara fisik. Jelek sih ga, cuma Princess yang lain wajahnya cantik atau lucu, atau paling ga anggun. Film ini, bener-bener film yang jauh dari tipikal film Disney Princess. Satu-satunya princess yang ga ada kisah cinta dengan pria. Satu-satunya princess yang ga nyanyi. Juga satu-satunya princess yang endingnya bikin aku netesin air mata. Film paling beda dari pada yang lain tapi paling bermakna. Film yang bikin aku inget sama nyokap. Film yang nyindir banget. Ngelihat Merida mengingatkan aku sama diri aku sendiri, suka berbeda pemikiran sama nyokap, suka ga mau denger apa kata nyokap. Ini wajib ditonton semua anak. Bagus.
Merida (Brave)

12. Frozen (2013)
Nama: Anna (18 tahun), Elsa (21 tahun)
Status: Princess
Ibu: Meninggal di tengah cerita
Bapak: Meninggal di tengah cerita
Cowonya,
Nama: Prince Hans, Kristoff
Status: Pangeran, Rakyat biasa
Ibu: -
Bapak: -
Ini kartun terfenomenal. Heran aku kenapa orang lebay banget sama Frozen. Bagus sih, cuma ga selebay itu. Menurut aku masih lebih bagus Tangled dari pada Frozen. Walaupun aku ga begitu suka sama filmnya, aku suka hampir semua lagunya. Paling suka sama Love is Open Door. Filmnya dari awal gampang ketebak. Orang tuanya malah milih mengurung Elsa di kamar padahal waktu diramal sama Troll itu udah ketara banget maksudnya jangan sampai rasa takut menguasai. Cemen. Tapi bagus sih ga ada adegan ci*umannya, dan memang tema film ini cinta antar keluarga. Tapi bukan berarti ga ada kisah cinta antar pria-wanita nya ya. Aku kaget waktu nonton adegan Anna setuju nikah sama Prince Hans. Anna ngambil keputusan secepat Snow White setuju dibawa sama Prince Florian, secepat aku kentut. Gila ya. Aku sih kalau ketemu orang asing yang ganteng dan baik terus tiba-tiba di hari itu juga diajak nikah, aku tetep ga akan kasih keputusan saat itu juga. Entah perasaan aku doang atau emang Elsa satu-satunya Princess yang make-upnya tebel? Oh iya, sebenernya Frozen belum resmi masuk sebagai Disney Princess. Gapapa lah ya aku masukin Frozen, toh dua-duanya emang princess kan (yang kemudian Elsa dinobatkan sebagai Ratu).
Elsa dan Anna (Frozen)



October 9, 2014

Blood Moon sih, tapi............

Telat ngepost nih.

Sebenernya kemaren, tanggal 8 Oktober sekitar magrib terjadi gerhana bulan total yang disebut Blood Moon karena bulan akan terlihat berwarna merah. Kabar gembiranya, bisa dilihat di seluruh Indonesia. Cool kan? Aku yang lagi di kosan, yang lagi ga ada temen di nangor, pengeeeeen banget lihat gerhana bulan langsung di langit. Berhubung kosan dan sekitarnya dikelilingi gedung yang cukup tinggi, jadi sulit untuk lihat bulan. Akhirnya aku berniat pergi ke ATM Center kampus untuk lihat dan foto bulan (secara di sana ga dikelilingi gedung tinggi), sekalian ambil uang dan pulangnya belanja di Griya.

Dengan semangat melangkah keluar kamar sambil nenteng tas berisikan kamera prosumer yang ga laku-laku di jual itu. Sesemangat orang gajian. Begitu berada di luar kamar, aku langsung tengadah lihat langit. Bulannya ga kelihatan, mungkin terhalang genteng. Buru-buru aku ke luar kosan, berhentiin angkot kemudian naik. Sepanjang jalan lihatin jendela  ke arah dimana biasanya bulan nampak. Tapi kok ga muncul-muncul...... Feeling ga enak.

Seturunnya dari angkot, langsung tengadah lagi. Lha kok.......gelap gulita, bintang pun ga ada. Mungkin aku kurang jeli. Buru-buru masuk lewat gerbang kampus, mungkin bukan aku satu-satunya yang niat mau foto bulan. Setelah masuk ke dalam, eng ing eng..... Ga ada yang hunting bulan. Ga ada yang tengadah. Langit mendung, yang kelihatan hanyalah maba lalu lalang dan mahasiswa yang sok sibuk. Aku jalan ke arah ATM Center sambil celingak celinguk ke langit. Sesekali liat orang sekitar apa aku doang yang kayak gini. Ternyata ada juga orang yang sesekali lihat langit. Tapi cuma 2 orang, dan aku bisa jamin dia ga seniat aku yang nenteng-nenteng tas isi kamera.

Sedih. Ambil duit, kemudian duduk di depan ATM Center bersama mahasiswa-mahasiswa yang sok sibuk itu. Untungnya sih rame. Nunggu sambil chat sama temen-temen, kali aja dengan sangat tiba-tiba langit jadi cerah. Lima menit berlalu... Sepuluh menit berlalu... Dua puluh menit berlalu... Masih aja aku celingak celinguk lihat langit, eh dikirimin foto Gerhana Bulan di Makassar.



Dua foto tersebut diambil sama temennya Diqal, namanya Zafran dan Hendra. Sayang mereka ga punya Instagram, padahal hasil foto ini keren banget.

Makin bete lah aku. Akhirnya aku pergi dengan tangan hampa. Mampir ke Griya, pas bayar di kasir kok HP ga ada di dalem tas. Yang pertama ada dipikiran aku: Banyak foto selfie yang ga pake kerudung belom diamankan! Bahaya loh itu. Orang bisa jadi bikin identitas palsu di dunia maya pake foto-foto yang ada di HP aku. Kebetulan banyak selfienya dan yang bagus pula, haha pede! Da aku mah kalo selfie dipilah-pilih yang jelek langsung dihapus :D

Itu lemes luar biasa, ga sedih sih ilang HP, tapi yang sedih itu foto-fotonya belom dipindahin ke komputer dan khawatir semua orang di Phonebook, BBM, Line, jadi korban penipuan. Setelah di ingat-ingat aku naro di lantai 2 Griya tempat baju. Iya, aku naro HP begitu aja cuma gara-gara terlena liat rok yang lucu-lucu tapi murah. Iya, cuma karena murah. Dasar, hobi baju murah. Seselesai bayar belanjaan langsung lari ke TKP dengan muka yang aku yakin kelihatan panik banget, dilihat dari reaksi teteh yang beresin baju. Begitu aku nemuin HP masih di tempat dimana aku tinggalin, si teteh langsung bilang "Kirain teh tadi kenapa. Alhamdulillah ya". Sampe bapak-bapak yang denger (atau mungkin lihat muka panik aku tadi) bilang "Hati-hati neng HP jangan ditinggal-tinggal".

Alhamdulillah foto aku ga jadi kesebar.

Di perjalanan pulang aku mikir, untung HP aku jelek jadi orang males ngambil. Klo pun ngambil aku juga ga sedih-sedih amet HPnya ilang (kecuali datanya). Ingat kejadian hari ini tuh kocak pengen ketawa. Aku kok kayak orang paling bego, haha. Makin kerasa begonya pas jalan dari gerbang kosan senyam senyum sendiri dan baru inget lagi dipantau CCTV. Iya di kosan sekarang dipasang CCTV segala, kebanyakan gaya. Kan jadi malu.

September 24, 2014

Period = Nail art time!

Belakangan ini baru tau bisa embed picture dari Instagram. Maap udik. Kali ini aku mau kasih liat foto-foto hobi baru kalo lagi datang bulan, bikin nail art. Masih amatir sih, tapi cukup menghibur mau hasilnya jelek juga. Tentu saja bikinnya waktu lagi ga dismenore (nyeri haid) kambuh ya, kalo pas lagi sakit-sakitnya mah cuma bisa nangis di kasur *eh curhat. Katanya sih ada kutek yang halal gitu buat sholat, cuma aku ragu. Lagian apa salahnya ga pake kutek kalo lagi ga datang bulan kan? Kece mah kece aja ga ngaruh sama kukunya, haha.

1. Fruits



2. Flowers



3. Dots


4. Stripes


5. Dripping Paint


6. Ombre


Kamu suka sama nail art juga? Sok atuh di-follow :)

September 17, 2014

Fake Account

Tadi aku buka inbox di Facebook, ada orang yang kirim message nanya bisa chat ga. Kepo, cek profilenya. Orang yang ga aku kenal, sepertinya orang Malaysia. Waktu klik 'About' dan scroll ke bawah ga sengaja lihat kolom friends...dan... kok ada nama "Kisi Karunia" di salah satu friendlistnya dengan profile picture foto selfie aku. Aku ga inget pernah di-add sama orang ini. Selain itu kok profile picturenya beda sama yang selama ini aku pake.

Klik lah nama tersebut. Cek, bener punya aku atau bukan. Eh ternyata itu account entah siapa yang buat, baru dibuat tahun ini dan cuma ada 3 foto berisi foto selfie aku semua. Kalo baca dari komen-komen di foto, dugaan aku sih yang buat accountnya orang Malaysia. Akhirnya aku jadi search nama aku sendiri di Facebook untuk memastikan fake account itu cuma satu. Dan hasilnya...

Fake account, jangan di add ya :)
Ternyata ada 2 fake account! Yang paling atas yang asli. Ah malu umurnya tercantum :(
Nah, yang bikin menarik adalah account yang pake nama panjang aku. Aku sendiri pake nama lengkap palingan hanya untuk hal-hal yang formal seperti skripsi, KTP, dll. Nama lengkap aku kurang menjual sih, hehe. Udah gitu, pake foto aku jaman muda lagi (yang kerudungnya acakadul), hahahaha. Foto yang diupload di account ini lebih banyak, random pula. Ada foto jaman aku SMA, ada foto jaman kuliah awal, ada juga yang lumayan agak baru. Account tersebut dibuatnya di tahun 2014 juga. Dugaan aku yang buat anak 15 tahun yang berobsesi dengan jepang dan anime (analisa singkat setelah baca komen-komen di foto). Yang pasti dia ngambil foto dari blog ini, foto yang hanya aku uload di facebook ga ada di account tersebut.

Kelihatannya mereka ga berbahaya jadi yaudah lah aku biarin. Kecuali mereka penipu, minta transfer duit ke rekening palsu, atau buat culik-culik bocah. Ya cuma kasihan aja misal ada temen atau siapa pun butuh hubungin aku terus search di Facebook dan dia salah nge-add malah ke fake account.

Dulu juga pernah ada kasus kayak gini dari jaman di Friendster, ada account ga dikenal pake foto aku. Di twitter juga pernah, tapi kalo dia pake foto aku karena ngerasa muka dia mirip aku.

Apa aku perlu cantumin link web aku di tiap foto biar klo dicomot orang ketahuan itu bukan milik dia (ngerti ga?). Tapi itu terlalu ribet dan terlalu sok artis. Da aku mah apa atuh, skripsi aja masih belom kelar :((

Inti dari aku buat post ini adalah jangan pernah 100% percaya sama orang yang baru kamu kenal di sosmed karena bisa saja itu identitas palsu. Apalagi sampe pacaran sama orang baru kenal di Facebook. Euwh.

Follow my blog with Bloglovin