May 24, 2013

Jilbab di Luar Negeri

Aku mau bercerita tentang memakai jilbab di luar negeri. Maaf kalau kamu tersinggung. Ini bukan ditujukan ke satu orang aja. Ini buat kamu yang berjilbab yang sedang berada di luar negeri maupun yang akan pergi ke luar negeri.

Beberapa orang, baik yang aku kenal maupun yang tidak, ketika berada di luar negeri mereka merubah style jilbab mereka. Entah itu pakai turban atau topi atau apapun yang menutup kepala saja tetapi leher dibiarkan terbuka. Yang parahnya ada yang memutuskan untuk melepaskan jilbab. Sangat disayangkan sekali. Sedih melihatnya.

Aku berjilbab dan dulu tinggal di luar negeri. Saat itu merupakan hal yang cukup berat. Pasti kalian yang memakai jilbab (atau sekarang lebih booming dengan istilah hijab) yang sedang berada di luar negeri mengalami hal yang sama, terutama di negara yang minoritas islam.

Sungguh tidak mengenakkan dilihat orang-orang dimana pun berada. Kurang lebih ekpresi meraka seperti melihat sapi gila yang sedang kayang. Seolah mereka melihat hal yang sangat aneh, langka, dan berbahaya.  Ada yang berpura-pura tidak melihat, kemudian melirik kalau ada kesempatan aja. Ada juga yang melihat secara terang-terangan. Dan bahkan ada yang melihat sambil menunjuk.

Tantangan terberat adalah ketika musim panas, dimana orang memakai baju pendek, aku malah memakai pakaian yang serba tertutup. Banyak orang yang membicarakan benda yang aku pakai dikepala, dan kebanyakan dari omongan mereka itu menjelek-jelekkan. Kadang aku berpura-pura tidak tahu. Kalau aku lagi kesal, aku langsung berbicara dalam bahasa mereka kemudian menoleh ke arah orang yang telah membicarakan aku. Reaksi mereka akan kaget karena menyangka aku tidak mengerti bahasa mereka. Ada juga yang langsung pergi menjauh, mungkin malu atau takut.

Awalnya memang risih, tapi semakin lama aku terbiasa dengan tatapan mereka. Malah aku merasa senang, tidak perlu ketenaran, semua orang langsung memperhatikan aku. Apapun yang aku lakukan, tanpa perlu berteriak, tanpa perlu membuat kegaduhan, tanpa perlu ayan, semua orang langsung menoleh. Rasanya lebih ngetop dari aktor/aktris FTV. Anggap saja sedang berjalan diatas red carpet.

Tidak hanya pengalaman buruk, ada juga hal lucu yang terjadi. Waktu itu aku lagi berjalan kaki di bahu jalan yang ramai dengan pejalan kaki. Seperti biasa orang-orang menyempatkan diri melihat aku. Dari lawan arah ada orang yang berpenampilan gothic, sangat mencolok diantara keramaian. Ketika aku berpapasan dengan orang yang berpakaian gothic tersebut, orang-orang malah lebih memilih melihat aku dari pada orang tersebut. Sepengetahuan aku, orang-orang yang berpenampilan ekstrim tersebut sengaja berpenampilan mencolok agar diperhatikan oleh orang-orang sekitarnya. Eh ternyata misinya gagal gara-gara seorang wanita berjilbab, hahaha. Dan yang bikin tambah lucu, dia tidak menoleh sama sekali ke arah aku. Nampaknya merasa tersaingi :D

Menurut aku ga ada yang salah mengenakan jilbab secara normal di luar negeri. Ini menyenangkan kok :)



Ya boleh-boleh saja memakai jilbab yang dimodifikasi. Namun kebanyakan dari mereka menutup bagian rambut dan telinga saja, seolah lupa leher pun bagian dari aurat. Pakai lah jilbab secara normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari memakai jilbab.

  • Takut ga bisa modis? Jangan jadikan fashion sebagai alasan. Jaman sekarang memakai jilbab banyak yang modis kok, selama sesuai aturan yg ada (bukan jilbab tapi pakai bikini loh ya).
  • Tuntuan pekerjaan? Sebenarnya itu bisa diakal-akali. Cari aja kerja yang membolehkan kamu memakai jilbab, atau setidaknya pekerjaan yang seragamnya menutup kepala, telinga, leher, dan baju panjang. Jangan karena pekerjaan itu menggiurkan lantas kamu lepas jilbab. Pilih mana, kerja gaji besar tapi bikin kamu dosa, atau kerja gaji kecil tapi menutup aurat?
  • Takut tidak memiliki teman? Tenang, masih ada Allah yang akan selalu menemani kamu :)
Bukan aku mau menggurui, cuma mau berbagi cerita dan pendapat.

No comments:

Post a Comment