January 22, 2013

Cerita Lama

Dulu ada seorang senior perempuan, sebut saja dia Nana (bukan nama sebenarnya), aku pernah punya masalah sama dia. Yang sebenarnya adalah suatu kesalahpahaman.

Biar enak namanya disamarin semua aja deh ya :)

Waktu itu lagi liburan panjang dan aku menginap di rumah teman aku yang bernama Rani. Namanya juga seorang anak perempuan yang baru beger, sangat centil dan bawaannya pengen isengin orang lewat HP. Aku meminta nomor HP orang-orang yang Rani punya. Aku jadikan nomor di-HP ku private number. Jadi mau aku miscall berkali-kali orang tersebut ga akan bisa telpon atau sms balik. Ah bego banget aku waktu itu, gitu doang dianggap seru.

Sampai tiba akhirnya giliran nomor HP Nana yang akan dikerjain. Setelah misscall pertama langsung lah ada sms masuk ke HP aku. Ternyata dari Nana "Ni nomer siapa?". Aku saat itu sama sekali tidak mengetahui kalau sesama provider ternyata tidak bisa private number. Panik. Dan akhirnya ga aku bales sampai libur pun usai.

Aku menceritakan hal itu kepada seorang temen aku yang paling iseng di kelas, Mili. Saat itu juga Mili melaksanakan rencana busuk melalui nomor dan HP aku. Dia berpura-pura menjadi cowo yang ngefans sama Nana. Aku hanya tertawa liat keisengengan dia. Semenjak hari itu Mili rutin sms senior aku tersebut dengan isi sms yang menyanjung-nyanjungnya. Setiap kali ada sms dari Nana aku hanya panik dan berikan kepada Mili.

Suatu hari, ingat sekali waktu itu hari minggu. Aku bersama teman-teman yang lain pergi jalan-jalan, tanpa Mili. Di tengah perjalanan Nana menelpon aku. Aku bingung harus apa. Aku biarkan dia misscall. Sampai akhirnya dia berhenti sendiri. Besok harinya aku bercerita kepada Mili. Dan aku tidak ingat apa yang dilakukan Mili setelah aku cerita.

Seusai upacara di sekolah, tiba-tiba aku disamperin Nana. Ga masuk akal, dia meminjam pulpen ke aku. Aku bingung, juga malu. Pengen banget cerita yang sebenarnya seperti apa, tapi yang ada dipikiran aku saat itu hanya lah mencari aman saja, pergi. Aku teringat nomor HP aku, memang baru-baru ini aku merekam suara aku di HP "Kisinya lagi ga ada, tinggalin pesan ya setelah bunyi beeep". Aku lemas.

Kemudian di kelas segera aku menceritakan kejadian tersebut ke Mili. Dia tertawa sepuas-puasnya sekencang-kencangnya. Dia ga mau ambil pusing, ga ikut campur setelah ketauan nomor aku yang ngerjain Nana. Aku dibodohi. Kejadian itu membuat aku mendapat tatapan sinis dari senior sampai aku lulus. Ga ada senior yang bersahabat diangkatannya Nana. Nama aku tercemar.




Setelah bertahun-tahun lamanya, aku tanya ke Mili kejadian itu. Dia nampak mulai lupa. Mungkin hanya aku yang mengingat, atau juga Nana sampai sekarang dendam sama aku?

2 comments: